Mulai Kehilangan Bahasa Pertama? Mungkin Kamu Mengalami Language Attrition

Pernah gak sih terkadang kita merasa kehilangan ‘native language’ kita? Entah itu bahasa Indonesia atau bahasa daerah? Nah lho? Bisa gitu?

Jawabannya bisa!

Kalau di dalam dunia linguistik, proses berkurangnya penguasaan bahasa pertama/kedua kita ini sering disebut dengan istilah ‘Language Attrition.’ Language Attrition ini merupakan kebalikan dari proses pemerolehan bahasa yang seringkali disebut dengan Language Acquisition. Language Attrition ini sendiri dapat terjadi karena beberapa faktor, salah satunya adalah berkurangnya penggunaan bahasa pertama/kedua yang dimiliki. Pada tahap ini, bahasa baru yang lebih dominan akan menggantikan bahasa pertama/kedua yang telah kita miliki. Selain itu, faktor usia juga memiliki peran yang sangat penting. Semakin muda usia kita ketika mendapatkan ‘bahasa baru,’ semakin besar pula kesempatan tergantikannya bahasa pertama/kedua kita.

Apa cuma faktor penggunaan dan usia saja? Ternyata tidak! Ada faktor lain yang tidak kalah pentingnya dibandingkan kedua faktor tersebut, yaitu faktor lingkungan. Ketika kita tinggal di sebuah lingkungan baru yang sama sekali tidak menggunakan bahasa pertama/kedua kita, disitulah kesempatan ‘menghilangnya kemampuan berbahasa’ kita semakin besar. Semakin lama kita berada di lingkungan itu, semakin berkurang juga kemampuan berbahasa kita. Namun, ketika kita sudah cukup dewasa saat ditempatkan di sebuah tempat baru untuk waktu yang lama, kita akan lebih mudah mendapatkan bahasa pertama/kedua kita kembali saat kita kembali berinteraksi atau berada dalam lingkungan di mana bahasa pertama/kedua kita digunakan. Memori bawah sadar kita akan dengan mudahnya terpicu dengan stimulus yang didapatkan.

Well, sebenarnya, ada sisi positif dan negatif dari fenomena ini. Pertama, kita akan dengan mudahnya acquire bahasa asing hingga ke level native-like. Namun, ada beberapa kasus di mana kita benar-benar kehilangan kemampuan berbahasa kita (bahasa pertama/kedua) sehingga kedudukan bahasa pertama kita tergantikan dengan bahasa asing dan bahasa pertama kita yang kemudian menjadi bahasa asing bagi kita. Bingung? Sama!

Intinya, manusia sebenarnya mampu menguasai antara 3 hingga 5 bahasa sekaligus jika input yang didapatkan sudah sangat memadai. Bagi teman-teman yang memiliki anak usia balita, sangat mudah untuk memaksimalkan pemerolehan bahasa mereka semenjak dini dengan jumlah input yang cukup đŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s