Sehari di Brussels

Karena bermodal tiket murah, saya pun sampai di Brussels kepagian -_- semacam belum ada kehidupan di sana. Karena butuh menghangatkan diri dan mencari wifi (fakir wifi) untuk melihat tempat-tempat yang bisa dikunjungi dan opening hour nya, saya dan dua orang teman saya masuk ke stasiun. Mau ngeteh atau ngopi, belum ada warung yang buka, yasudahlah, untung masih ada cookies Sainsbury’s yang dibawa haha.

Sudah agak siang dan tanda-tanda kehidupan sudah tampak, kami pun mulai berjalan keluar stasiun. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Grand Place dengan berharap akan mendapatkan view bangunan ala Eropa yang menarik di mana selalu ada ruang kosong di tengah, dikelilingi dengan bangunan berarsitektur khas. Sesampainya di Grand Place, kami mendapati banyak sekali scaffolding dan panggung dadakan di tengah area tersebut. Huft, agak kecewa karena sama sekali gak dapat spot yang oke buat difoto. Akhirnya kami pun duduk-duduk di sekitaran Grand Place sambil minum kopi dan makan croissant. Setelah itu, salah satu yang tidak boleh dilewatkan dari Belgia adalah waffle 😀 Kami bertiga beli waffle di sana, entah kenapa lebih doyan wafflenya Sprinkles, mungkin krn sudah makan croissant sebelumnya 😦

Nah, ada satu ikon Belgia yang sering muncul di kartu pos dan souvenir kota ini, yaitu “Manneken Pis” yang merupakan patung anak kecil sedang pipis hehe. Kami bertiga expect itu patung berukuran besar karena merupakan ikon kota ini, eh, lha kok? Kecil! -_-

Setelah agak kecewa dengan Manneken Pis, kami pun berkeliling kota sebentar dan main-main dengan burung dara yang berkeliaran di sana. Kami juga sempat bermain di salah satu taman di Brussels yang sudah berbau autumn 🙂 Selang beberapa saat, kami pun lapar dan mampir di sebuah restoran India di sekitaran Grand Place tadi. Masakan di Restoran ini enak dan halal, alhamdulillah. Untuk makan besar bertiga (sampe bisa dibungkus karena porsinya banyak) kami menghabiskan sekitar 40-45 euro. Alhamdulillah tidak mengecewakan.

Setelah itu, kami berencana mengunjungi Atomium, salah satu bangunan yang cukup iconic di Brussels. Dari North Station, kami menggunakan trem menuju ke Atomium, kalau tidak salah, ke arah stasiun Esplanade. Saat kami memasuki underground stationnya Brussels, unexpectedly pesing banget 😦 kami bahkan mengira stasiun itu sudah tidak digunakan lagi dan sempat urung untuk melanjutkan langkah ke dalam. Namun, kami bertemu salah satu petugas dan bertanya lokasi loket atau mesin untuk membeli tiket, dan ternyata memang stasiun tersebut masih beroperasi. Duh!

Setelah membeli single ticket seharga 2.1 euro, kami pun menuju Atomium. Kok beli tiket yang single sih? Gak lebih mahal? Yah, yang single memang lebih mahal sih, eh! lol. Waktu itu, pertimbangan kami begini, mesin tiket hanya memberikan opsi single ticket atau one day ticket. Karena kami hanya butuh dua kali perjalanan, single ticket terasa lebih murah karena hanya membutuhkan 4.2 euro, sedangkan one day ticket saat itu 7 sekian euro.

Dari semua tempat yang kami kunjungi, hanya Atomium yang tidak mengecewakan hehe. Setelah menghabiskan waktu untuk foto-foto dan sedikit tidur siang (yang gak disengaja) di sana, kami pun kembali ke North Station untuk melanjutkan perjalanan kami ke Belanda 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s